RSS
Wecome to my Blog, enjoy reading :)
Tampilkan postingan dengan label vegetarian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vegetarian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2011

DEKLARASI PENYELAMATAN BUMI


DEKLARASI PENYELAMATAN BUMI

PADA HARI INI, 27 MARET 2011, DENGAN INI, SAYA:
MADE MANGKU PASTIKA, GUBERNUR BALI, MENDEKLARASIKAN KEPADA MASYARAKAT DUNIA BAHWA TANGGAL 27 MARET SEBAGAI HARI VEGAN ORGANIK DUNIA (WORLD VEGAN ORGANIC) DAN HARI JUMAT SEBAGAI HARI TANPA PRODUK HEWANI (FRIDAY - FREE ANIMAL PRODUCT DAY).

DEMI KESEHATAN, KEDAMAIAN, DAN KESEJAHTERAAN MAKHLUK YANG MENGHUNI ALAM SEMESTA INI. MARILAH BERSAMA-SAMA KITA SALING BAHU MEMBAHU MEMBERI TELADAN MENYELAMATKAN BUMI DARI BAHAYA ANCAMAN GLOBAL WARMING.

UNTUK ITU, SETIAP TANGGAL 27 MARET DAN SETIAP HARI JUMAT, SAYA NYATAKAN SEBAGAI HARI BERSEJARAH BAGI BALI,INDONESIA, DAN DUNIA.

KITA MULAI DARI BALI UNTUK DUNIA.

MUNCAN-KARANGASEM-BALI, MINGGU 27 MARET 2011
GUBERNUR BALI,

MADE MANGKU PASTIKA

GUBERNUR BALI MEMBUKA FESTIVAL PENYELAMATAN BUMI

(Karangasem, 27 Maret 2011). Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, membuka Festival Penyelamatan Bumi, Minggu (27/3), di Ashram Telaga Mas atau Ashram Ratu Bagus Muncan, Selat, Karangasem. Pada kesempatan tersebut Gubernur Bali juga sekaligus mendeklarasikan Hari Organik Vegan Dunia (World Vegan Organik Day) dan menjadikan hari Jumat sebagai hari tanpa produk hewan (Friday-Free Animal Product). Acara ini dihadiri oleh Nyonya Ayu Pastka, PHDI Bali, Bupati Karangasem, Pansus RTRWP Provinsi Bali, para Ida Pandita se-Bali dan pesraman se-Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan sangat menyambut baik acara ini, karena secara langsung telah mendukung program Pemerintah Bali dalam mewujudkan Bali sebagai Green Province. Terhadap terbentuknya kepengurusan Bali Green Community, Gubernur menilai ini merupakan hal yang positif karena keberadaannya dapat berfungsi sebagai wadah yang strategis dalam mempercepat pemulihan kualitas lingkungan. Diharapkan organisasi ini dapat sebagai mitra pemerintah untuk bersama-sama mempercepat terwujudnya Bali Green Province.

Acara yang mengusung kepedulian terhadap bumi ini diprakarsai oleh Bali Green Community, berawal dari komunitas para pelaku spiritual lintas ashram yang tergabung dalam Dewan Persatuan Pasraman Bali merasa terpanggil dan perlu mengambil langkah nyata terhadap perkembangan kerusakan alam semesta yang sangat memprihatinkan yang berkembang menjadi isu pemanasan global (Global Warming). Pada kesempatan tersebut dilaksanakan Pelantikan Pengurus Bali Green Community. Setelah pelantikan Gubernur berkesempatan melakukan penanaman pohon bersama yang dilanjutkan dengan mengunjungi stand pameran Bahan Organik serta meninjau lokasi pengolahan sampah organik menjadi bio-gas. (http://www.baliprov.go.id/berita/2011/3/gubernur-bali-membuka-festival-penyelamatan-bumi)

Minggu, 13 Februari 2011

Tindakan Hijau Terbaik Saat ini Dimulai dari Piringmu





Sahabat muliaku, saudaraku,
dan semua orang di sekelilingku yang sangat baik dan tulus mencintai perdamaian,
yang mendambakan lingkungan yang bersih dan sehat,
dan yang ingin mewariskan keadaan surgawi di dunia ini bagi generasi mendatang,

Tahukah bahwa kita benar-benar dalam keadaan sangat genting, kita terdesak oleh waktu?


— Ban Ki-moon, sekretaris jendal PBB, dan pada pembukaan konggres IPCC di Cancun, Mexico, Ban Ki-moon yang baru lalu menegaskan bahwa planet kita benar-benar dalam keadaan kritis dan terus bergerak ketika mereka semua sedang berkonggres dan bernegosiasi, “Tahun ini di Cancun, saya kira kira perlu lebih praktis dan realistik,”


“Kita sedang mengalami krisis iklim yang merupakan keadaan sangat genting bagi planet ini.”
— Albert Arnold (Al) Gore Jr, mantan wakil Presiden Amerika Serikat, mendapat hadiah Perdamaian Nobel Prize 2007 atas upayanya membangun dan menyebarkan pengetahuan yang lebih besar tentang perubahan iklim yang terjadi akibat tindakan manusia, dan untuk meletakkan dasar bagi langkah-langkah yang diperlukan untuk melawan perubahan tersebut,” “Krisis iklim ini bukanlah sebuah masalah politik, tetapi adalah tantangan moral dan spiritual untuk semua manusia.”

Apakah hanya karena saat ini kita masih bisa duduk, berbicara dan membaca dengan nyaman dan aman saat ini, hanya karena kita masih bisa membeli air dan tidak merasa kekurangan pangan, lalu kita merasa bahwa planet kita sedang dalam kondisi aman dan kita tidak perlu bergerak cepat?

Padahal krisis terhadap planet ini bergerak makin parah dan makin cepat. Bila tidak bertindak sangat cepat maka kelak tidak ada lagi yang tersisa untuk kita walaupun kita ingin melindunginya. Pada saat itu mungkin segala sesuatunya sudah menjadi terlambat.
Para ilmuwan dunia khawatir jika kita melampaui titik kritis tertentu, akibat perubahan iklim tahap berikutnya bukan saja cepat tapi tak dapat diperbaiki lagi dan menjadi bencana besar. Mereka sudah melihat tanda-tanda bahwa kita mendekati titik kritis itu, Dari observasi pada berbagai danau besar dan di tempat-tempat lain terlihat bahwa gas metana yang dahulu tersimpan dengan aman di bawah lapisan beku Bumi sekarang mulai keluar dan menimbulkan gelembung-gelembung gas.
Tak seorang pun bisa menentukan kapan gas-gas metana tersebut akan keluar bersamaan dalam jumlah besar dan menyebabkan kenaikan temperatur berikutnya dengan sagat tajam tanpa bisa dihentikan denan cara apapun..

Selain itu, perubahan iklim juga telah membuat berbagai kehancuran yang lain :
- Lapisan es Kutub Utara yang berguna memantulkan energi matahari balik ke luar angkasa saat ini sedang menuju tahap menghilang seluruhnya dan diperkirakan akan terjadi pada beberapa musim panas yang akan datang;
- Kenaikan permukaan laut dan puluhan pulau sedang tenggelam atau terancam tenggelam. Jakarta, Singapore dan berbagai wilayah lain sudah berada di bawah permukaan air laut.
- Wilayah laut menjadi tanpa kehidupan karena meluasnya zona mati yang sifatnya terlalu asam untuk dihuni karena tingkat berlebih dari CO2;
- Kebakaran hutan yang semakin sering;
- Kepunahan seluruh spesies liar yang 100 kali lebih cepat dari normal;
- Tingkat badai makin intens dan merusak;
- Nyamuk penyebar penyakit tersebar karena wilayah-wilayah menghangat;
- Hilangnya gletser dunia; mengering atau hilangnya danau dan sungai yang jumlahnya puluhan ribu dan menyebarnya gurun pasir. Di berbagai gurun pasir di India sekarang terdapat timbunan es dan hujan salju, padahal hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.
- Dua miliar orang menghadapi kekurangan air, dan 20 juta orang dalam kondisi putus asa — seperti pengungsi perubahan iklim yang tak mendapat perlindungan resmi.

Bila bencana tiba, kita hanya bergerak mengevakuasi orang dan mengirim bantuan bencana. Bila terjadi perang, orang-orang diberitahu tentang cara melindungi diri dan juga mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih aman. Tetapi, saat ini keadaannya jauh lebih genting daripada perang. Pemerintah dan kita harus memberitahukan kepada semua orang tentang keadaan genting ini. Sudah saatnya kita segera bertindak. Para pemimpin negara harus melakukan sesuatu. Orang-orang dari seluruh negara harus melakukan sesuatu yang cepat dan tepat. Pemerintah harus menjelaskan kepada warganya bahwa kita benar-benar dalam keadaan yang genting saat ini. Ini bukanlah pilihan pribadi lagi. Ini adalah masalah hidup dan mati sebuah planet.

Kerusakan tertinggi yang terjadi di planet ini adalah akibat perubahan iklim atau pemanasan global. Jadi yang paling utama yang harus kita lakukan adalah mendinginkan planet ini dahulu. Dan cara terbaik untuk menghentikan pemanasan global adalah menghentikan emisi gas rumah kaca yang mengepung panas kembali ke luar angkasa.
Kita telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, baik dengan cara penanaman pohon maupun pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor industri dan transportasi. Tetapi perubahan di sektor ini membutuhkan waktu terlalu lama – lebih lama dibandingkan dengan laju kerusakan saat ini.
Menanam pohon, misalnya, kita memerlukan waktu lebih dari sepuluh tahun agar pohon itu menjadi dewasa dan siap menyerap karbon dioksida, padahal waktu kita semakin pendek, tinggal beberapa tahun tersisa untuk menghindari titik kritis. Menghentikan sektor industri dan transportasi pun sangat mustahil dilakukan, bahkan mengurangi hingga 10% pun memerlukan penelitian yang lama dan biaya yang sangat besar.
Sudah saatnya kita mencari solusi yang jauh lebih cepat dan efektif serta sederhana. Sembari melakukan berbagai langkah yang sudah kita lakukan itu semua, marilah kita menyelesaikannya pada pokok permasalahannya, yaitu dengan menghilangkan sumber produksi metana terbesar di dunia. Metana tidak hanya memerangkap panas 72 kali lebih besar daripada CO2, tetapi umurnya di atmosfer juga jauh lebih pendek daripada CO2. Oleh karena itu, jika kita berhenti menghasilkan metana, atmosfer akan mendingin lebih cepat daripada jika kita berhenti menghasilkan karbon dioksida.

“Metana memanaskan Bumi 72 kali lebih besar daripada CO2 dalam jangka waktu 20 tahun.”
— Intergovernmental Panel on Climate Change

“Metana memanaskan Bumi 100 kali lebih besar daripada CO2 dalam jangka waktu lima tahun.”

“Satu ton metana yang dilepaskan hari ini akan menghasilkan pemanasan lebih besar dalam satu tahun daripada dampak satu ton CO2 yang dilepaskan hari ini hingga tahun 2075.”
— Dr Kirk Smith, Professor of Global Environmental Health, University of California, Berkeley


“Es abadi bersifat seperti bom waktu yang menunggu meledak—saat ia terus mencair, puluhan ribu teragram metana dapat dilepaskan ke atmosfer, sehingga akan semakin memanaskan atmosfer. Sumber metana yang baru diketahui ini tidak dimasukkan ke dalam model-model iklim.” (satu teragram = satu juta ton)
— Dr. Katey Walters,Aquatic Ecosystem Ecologist at the University of Alaska

Dan, produksi metana terbesar di dunia berasal dari sektor peternakan. Oleh karena itu, cara paling cepat untuk mendinginkan planet ini adalah dengan berhenti makan daging untuk menghentikan industri hewan, dan hal ini juga akan menghentikan emisi gas rumah kaca dan gas beracun yang lain yang timbul dari industri hewan.

Peternakan—Pengemisi Metana Terbesar
CO2 bukanlah ancaman terburuk bagi kita, tetapi metana lah yang terburuk
dan metana sebagian besar berasal dari pengembakbiakkan hewan.

Jadi, kita harus menghilangkan pengemisi yang terpenting itu. Kita akan menghancurkan dunia jika kita tak berhenti makan dan memproduksi daging serta produk hewani yang lainnya.
Semoga semua pemimpin menjadi lebih bijaksana, yaitu segera menghentikan praktek produksi daging, yang mematikan itu, yang merupakan pendorong utama yang membawa kita kepada titik tanpa harapan. Jika tidak, semua usaha dekarbonisasi ekonomi kita tidak akan memberikan efek yang nyata, atau kita tidak pernah punya kesempatan sama sekali untuk mengatasiya kembali.

Jika makan daging tidak dilarang atau tidak dibatasi maka seluruh planet akan lenyap. Lagi-lagi, ini adalah persoalan hidup dan mati untuk semua orang, bukan pilihan pribadi. Jika kita makan daging, kita menelan seluruh planet, menelan 90% persediaan makanan dan membiarkan orang lain kelaparan. Tidak selayaknya kita melakukan hal itu.
Bahkan, sebelum krisis terjadi di planet ini, peternakan telah menelan seluruh sebagian besar planet ini, menelan begitu banyak makanan dan menyebabkan kelaparan serta juga peperangan.

“Jika kita tidak mengubah pilihan makanan kita, apapun yang kita lakukan tidak akan membawa manfaat, karena daging yang paling banyak merusak hutan kita, Daging menyebabkan polusi air. Daging lah yang menyebabkan penyakit yang membuat kita menghabiskan uang untuk rumah sakit. Jadi ini adalah pilihan utama bagi siapa pun yang ingin menyelamatkan Bumi”
— Maneka Gandhi
PBB mendesak orang di seluruh dunia untuk bertindak menuju pola makan tanpa daging dan produk susu:
“Dampak buruk peternakan diperkirakan akan meningkat sangat besar karena pertumbuhan populasi dunia telah meningkatkan konsumsi produk hewani. Penurunan dampak buruk itu secara besar hanya mungkin dilakukan dengan perubahan pola makan dunia yang mendasar yaitu menjauhi produk hewani.”


Pada tahun 2009, setelah majalah kedokteran
The Lancet mengeluarkan laporan penting yang
berjudul “Dampak Kesehatan dari Perubahan
Iklim”, Sekretaris Jenderal PBB Ban menegaskan
bahwa perubahan gaya hidup yang direkomendasi-
kan oleh para ilmuwan akan sungguh bermanfaat
bagi kesehatan dan meredakan pemanasan global.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon: “Para ahli
mengatakan bahwa makan lebih sedikit daging juga akan meminimalkan dampak kita
pada lingkungan dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Pernyataan ini
sangat jelas: perubahan iklim adalah tentang kesehatan kita dan kesehatan planet kita.”
Video berita selengkapnya dengan kualitas tinggi bisa diunduh di:
http://www.suprememastertv.com/ina/nwn/?wr_id=1072&page=1
Saksikan videonya di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=5xSyuuFMkyo



Dr. Rajendra Pachauri, Ketua Perubahan Iklim Dunia,
IPCC, mengatakan bahwa peternakan adalah pengemisi gas
rumah kaca terbesar dan beliau mengajak semua orang
untuk berhenti makan daging.
http://www.youtube.com/watch?v=KoIh9J6biQ&feature=player_embedded







Al Gore mengingatkan agar kita Menghentikan “Industri Pertanian” (=Factory Framing, “…is a term used for large production or raising livestock in confinement at high stocking density, where a far operates as a factory – a practice typical in industrial farming by agribusinesses. The main product of this industry is meat, milki and eggs for human consumption, ,http://en.wikipedia.org/wiki/Factory_Farming)
http://www.youtube.com/watch?v=2yEar70-xFo&feature=player_embedded




Tindakan menggantikan produk hewani tidak hanya mampu mengurangi gas rumah kaca di atmosfer, tetapi juga dapat mengatasi krisis pangan dan air di dunia yang sedang berlangsung saat ini”
— World Watch Institute
Semakin cepat kita berubah, akan makin baik, sehingga kita dapat menghentikan perubahan iklim. Dan kita akan dapat memulihkan planet ini dengan sangat cepat dan segera, tetapi jika kita tidak melakukannya maka planet ini juga akan begitu cepat dan segera hancur.

Vegetarian haruslah menjadi pandangan hidup kita. Tidak ada yang perlu didiskusikan lagi mengenai hal ini.
Kita harus menyadari bahwa tidak ada pilihan lain kecuali berubah. Kita mau berubah, atau semuanya lenyap.
Tidak ada pilihan lagi sekarang ini.

“Peternakan adalah salah satu kontributor paling signifikan terhadap masalah lingkungan yang paling serius saat ini. Kita perlu bertindak segera dan cepat untuk memperbaiki situasi ini.”
—Dr. Henning Steinfeld, Chief of Livestock Information and Policy Branch, FAO, UN.

“Peternakan merupakan pendorong utama terjadinya pembabatan hutan. Peternakan merupakan sumber terbesar atas pencemaran air. Peternakan menghasilkan gas rumah kaca lebih dari semua gas rumah kaca yang diemisikan oleh gabungan transportasi seluruh dunia”
—Livestock’s Long Shadow


“Jangan makan daging. Ini adalah perkataan yang dulu takut dikatakan oleh IPCC, tetapi sekarang kami telah mengatakannya: Tolong kurangi makan daging —daging adalah komoditas yang sangat intensif karbon”
—Dr. Rajendra K. Pachauri, Chairman of IPCC
(http://www.theglobeandmail.com/news/world/article661961.ece.)

“Tak ada yang bermanfaat bagi kesehatan manusia dan meningkatkan kesempatan untuk bertahan hidup di atas Bumi selain evolusi menuju pola makan”
—Albert Einstein
(Jerry Mayer dan John P. Holms eds., Bite-size Einstein, Quotations on Just About Everything From the Greatest Mind of the Twentieth Century. St. Martin's Press, New York, 1996, p. 10)
.
Tetapi, pertemuan perubahan iklim para pemimpin dunia yang pertama kali dilakukan di Kyoto Jepang dan sekarang sedang berlangsung di Mexico serta akan terus berulang kali, tidak nampak menghasilkan apa-apa yang berarti. Mereka hanya tergerak melakukan tawar menawar penjualan karbon, bernegosiasi berapa emisi gas rumah kaca yang hendak mereka turunkan, dan berjuang habis-habisan untuk mendapatkan dana untuk mengatasi perubahan iklim. Seakan semuanya terbungkam dan terlena bahwa keadaan planet ini sudah benar-benar genting. Gerakan-gerakan yang terlihat di masing-masing negara masih berkisar pada hal-hal yang sejak beberapa dasawarsa yang lalu sudah dilakukan, mereka tidak melakukan pada akar permasalahan yang sesungguhnya. Kata-kata “green” hanyalah sebuah slogan yang terus dikumandangkan dan menjadi tren di mana-mana tanpa penerapan yang berarti. Data ilmiah dari para ilmuwan seakan hanya sebagai tumpukan dan pelengkap perpustakan mereka saja.

‘Green’ tentu tidak berarti ‘penghijauan’ atau sekedar ‘penanamapan pohon’ tetapi lebih merupakan ‘tindakan ramah lingkungan’. Jadi, karena perusakan lingkungan terbesar adalah sektor pengembangbiakkan hewan maka kalau kita masih mengkonsumsi daging, tak layaklah kita mengatakan bahwa kita bertindak “green”.

Kita tak perlu mati untuk menyelamatkan Bumi yang indah ini. Cukup dengan melakukan pola makan vegan dan berusaha untuk organik, kita dapat menyelamatkan Bumi.

Sebarkan semua informasi ini dan segeralah bertindak menjadi vegan, atau kita tidak punya kesempatan apapun lagi untuk menyelamatkan Bumi ini.

Kalau pemerintah belum bergerak, kalau teman-teman belum tergerak, kalau media belum banyak melakukan, marilah bersama kami yang berada di seluruh penjuru dunia untuk menjadi vegan dan memberitahu mereka semua untuk bergerak bersama.
Dukung pemerintah untuk berani bertindak dan memutuskan.
Beritahu saudara dan semua sahabat serta orang dekat kita tentang pola hidup yang sangat menyehatkan tubuh dan planet ini.
Katakan kepada media, tulis di tempat mereka tentang bahaya mengkonsumsi produk hewani bagi tubuh dan planet ini.
Informasikan kepada para pekerja kesehatan, baik dokter, pekerja rumah sakit, apotek dst bahwa susu formula sangat tidak baik bagi kesehatan bayi dan juga sangat merusak lingkungan.
Beritahukan kepada semua tentang bahaya logam berat, merkuri, yang begitu berbahaya bagi kesehatan otak dan terdapat pada semua jenis ikan dan hewan laut yang lain!
Semua orang perlu tahu bahwa kolesterol, kandungan antibiotika, hormon pertumbuhan hingga ‘pestisida dan insektisida’ justru lebih banyak terdapat pada sekerat daging daripada seonggok sayuran yang sudah dicuci, justru lebih banyak terdapat pada sebutir telur daripada satu buah mangga, dan justru sangat-sangat banyak terdapat segelas susu formula.

Wahai sahabat dan saudaraku terkasih,
Marilah kita segera bergandengantangan, bergerak bersama untuk menyelamatkan Bumi ini dengan cara yang begitu sederhana, yaitu menjadi vegan dan berusaha organik.

Salam kasih sayang dan perdamaian,


Tim Penyayang Bumi
(informasi lebih lanjut bisa didapatkan di www.SupremeMasterTV.com, atau di www.crisis2peace.org)

Jumat, 11 Februari 2011

JADILAH VEGETARIAN, BERTINDAKLAH HIJAU, SELAMATKAN BUMI KITA !!



Sumbangsih TERBAIK yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi krisis iklim dunia adalah dengan beralih ke pola makan sehat VEGETARIAN :)

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB telah merilis laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa ternyata 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi lain, mobil, sepeda motor, truk-truk besar, pesawat terbang, dan semua sarana transportasi lainnya yang bisa Anda sebutkan hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan ini:
Ternyata penghasil utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan planet kita saat ini bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bis dengan polusinya yang menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang dari sesuatu yang nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja makan Anda. Yaitu daging!
Mungkin bagi Anda hal ini sangat berlebihan. Tetapi ketahuilah bahwa laporan ini bukan dirilis oleh sekelompok ilmuwan paranoid yang tidak kompeten, ataupun peneliti dari tingkat universitas lokal. Laporan ini dirilis langsung oleh PBB melaluiFAO (Food and Agriculture Organization— Organisasi Pangan dan Pertanian). Tentu agak sulit membayangkan bagaimana mungkin seekor anak ayam yang terlahir dari telurnya yang begitu rapuh, yang terlihat begitu kecil dibandingkan luasnya planet ini, bisa memberikan pengaruh yang begitu besar pada perubahan iklim. Jawabannya adalah pada jumlah mereka mereka yang luar biasa banyak. Amerika Serikat saja menjagal tidak kurang dari 10 miliar hewan darat setiap tahunnya! (tidak termasuk ikan dan hewan laut lainnya). Bayangkan berapa banyak jumlahnya bila digabungkan dengan seluruh dunia.
Untuk membantu Anda membayangkan bagaimana sektor peternakan bisa menghasilkan emisi yang begitu besar, simaklah beberapa poin berikut ini:
♦1 Pemeliharaan hewan ternak memerlukan energi listrik untuk lampu-lampu dan peralatan pendukung peternakan, mulai dari penghangat ruangan, mesin pemotong, dll. Salah satu inefisiensi listrik terbesar adalah dari mesin-mesin pendingin untuk penyimpanan daging. Baik yang ada di peternakan maupun yang ada di titik-titik perhentian (distributor, pengecer, rumah makan, pasar, dll) sebelum daging tersebut tiba di rumah/ piring makan Anda. Anda tentu tahu bahwa mesin-mesin pendingin adalah peralatan elektronik yang sangat boros listrik/energi.
♦2 Transportasi yang digunakan, baik untuk mengangkut ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukung peternakan lainnya (obat-obatan dll) menghasilkan emisi karbon yang signifikan.
♦3 Peternakan menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya, mulai dari pakan ternak hingga obat-obatan dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan. Mungkin sepintas terlihat seperti pendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi dapatkah Anda membayangkan berapa banyak lagi emisi yang dihasilkan tiap industri pendukung tersebut? Perekonomian yang maju tidak ada lagi artinya kalau planet kita hancur! Masih banyak sektor- sektor industri ramah lingkungan yang bisa dikembangkan di dunia ini. Jadi mengapa harus mengembangkan sektor yang membahayakan kehidupan kita semua?
♦4 Peternakan membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Demi pembukaan lahan peternakan, begitu banyak hutan hujan yang dikorbankan. Hal ini masih diperparah lagi dengan banyaknya hutan yang juga dirusak untuk menanam pakan ternak tersebut (gandum, rumput, dll). Padahal akan jauh lebih efisien bila tanaman tersebut diberikan langsung kepada manusia. Peternakan sapi saja telah menyedot makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori 8,7 miliar orang! Lebih dari jumlah populasi manusia di dunia. KELAPARAN DUNIA TIDAK AKAN TERJADI JIKA SEMUA ORANG BERVEGETARIAN.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seorang vegetarian menyelamatkan hingga setengah hektar pepohonan setiap tahunnya! Hutan hujan tropis mengalami penggundulan besar-besaran untuk menyediakan lahan peternakan. Lima puluh lima kaki persegi hutan tropis dihancurkan hanya untuk menghasilkan satu ons burger! Perusakan hutan sama dengan memperparah efek pemanasan global karena CO2 yang tersimpan dalam tanaman akan terlepaskan ke atmosfer bersamaan dengan matinya tanaman tersebut.
♦5 Hewan-hewan ternak seperti sapi adalah polutan metana yang signifikan.
Sapi secara alamiah akan melepaskan metana dari dalam perutnya selama proses mencerna makanan (kita mengenalinya sebagai bersendawa— glegekan kata orang jawa). Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2. Dan miliaran hewan-hewan ternak di seluruh dunia setiap harinya melakukan proses ini yang pada akhirnya menjadi polutan gas rumah kaca yang signifikan. Tidak kurang dari 100 milliar ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap tahunnya!
♦6 Limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang notabene 300 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2. Pertanyaannya adalah: Memangnya seberapa banyak kotoran ternak yang ada? Di Amerika Serikat saja, hewan ternak menghasilkan tidak kurang dari 39,5 ton kotoran per detik! Bayangkan berapa banyak jumlah tersebut di seluruh dunia! Jumlah yang luar biasa besar itu membuat sebagian besar kotoran tidak dapat di proses lebih lanjut menjadi pupuk atau hal-hal berguna lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh pelaku industri peternakan modern adalah membuangnya ke sungai atau ke tempat-tempat lain yang akhirnya meracuni tanah dan sumber-sumber air.Kontribusi gas NO dari sektor peternakan sangatlah signifikan!



Bukan berarti kita harus membunuh semua hewan-hewan itu untuk menghentikkan perkembangan industri peternakan, TETAPI , cara industri peternakan yang mengembangbiakkan hewan-hewannya dengan cara berelebihan dan menguras banyak sumber daya alam yang seharusnya dapat digunakan untuk menjadi lahan hijau bumi kita.

Lakukanlah sesuatu! JADILAH VEGETARIAN! Inilah hal yang TERBAIK yang bisa Anda lakukan bila Anda ingin menyumbangkan sesuatu bagi usaha dunia mengerem pemanasan global, disamping dari segala penghematan listrik dan energi yang Anda lakukan. Penelitian Universitas Chicago telah menunjukkan bahwa seorang vegetarian dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,5 ton setiap tahunnya! Jumlah ini bahkan lebih banyak dari mengganti mobil Anda dengan Toyota Prius yang hanya menghemat 1 ton emisi karbon setiap tahunnya. Beberapa media massa luar negeri bahkan menyebut “Vegetarian is the new Prius!” Berubah menjadi vegetarian tidak membutuhkan biaya apa-apa, bahkan menghemat anggaran belanja Anda.
Bandingkan dengan membeli mobil ramah lingkungan yang harganya sangat mahal dan hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit. Janganlah berpikir bahwa Anda sendirian tidak akan dapat membuat perbedaan karena masih banyak orang di luar sana yang masih melakukannya. Jadilah contoh bagi mereka. Informasi dan contoh nyata dari satu orang dapat menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang lainnya. Ini bukanlah candaan ataupun pujian yang dibuat-buat: Tetapi Andalah calon calon penyelamat dunia ini dengan pilihan dan tindakan Anda yang akan menginspirasi orang orang lainnya. Seribu orang yang beralih ke pola makan vegetarian sama dengan pengurangan 1.500 ton emisi karbon per tahun. Bila 10% saja dari penduduk Indonesia bervegetarian, kita telah mengurangi sedikitnya 30 juta ton emisi karbon per tahun! Suatu angka penghematan yang sangat fantastis! Alasan bervegetarian saat ini bukan lagi hanya karena Anda sok baik/ peduli pada nasib hewan. Bukan hanya karena Anda sok suci/spiritual. Bukan juga hanya karena Anda peduli pada kesehatan Anda, tetapi lebih dari itu: Anda ingin hidup lebih lama di planet ini dan Anda ingin mewariskan masa depan yang layak bagi Anak cucu Anda kelak! Entah apa yang akan dipikirkan oleh anak cucu kita ketika mereka tahu bahwa masa suram yang mereka jalani di masa depan adalah buah dari ketidakpedulian orang tua mereka. Berubahlah! apalah artinya mengganti sepotong empal dengan sepotong tahu, bila hal ini berhubungan langsung dengan keselamatan Anda, dan juga masa depan anak cucu Anda. Sesederhana itu untuk menyelamatkan dunia: Lepaskanlah daging dari piring makan Anda! Mulai sekarang, ketika Anda merasa cuaca sangat panas, atau ketika Anda melihat berita bencana alam yang mengerikan di TV atau di koran pagi ini, renungkanlah kembali apa yang baru saja Anda makan tadi malam.


BE A VEGETARIAN NOW, GO GREEN, SAVE OUR WORLD !!
JADILAH VEGETARIAN, BERTINDAKLAH HIJAU,
SELAMATKAN BUMI KITA !!

informasi aktual dapat di telusuri dari hati ke hati melalui:
www.suprememastertv.com/ina/

Why Vegetarian?


Various reasons to be a vegetarian

The physical vegetarian

One can read in many places what is substantiated by medical studies: a vegetarian diet is healthy. Many of the illnesses in our modern, affluent society originate from eating too much meat. Then there is the worry not to become infected from animals with Mad Cow Disease. The person who follows a vegetarian diet for the benefit of his own body because it is healthier can be called a vegetarian who focuses on his body.

This kind of vegetarian follows a vegetarian diet mainly for reasons of health. He often follows certain rules and forces himself to live up to his body-focused thoughts. Unity with nature is not the main thing in his life.

Sometimes the body is overtaxed. Side-effects can occur from a quick, forced change in one’s diet from one containing meat to a vegetarian one. A change in one’s diet that is too fast and forced can result in depression and moody or fanatical behavior.

See expert article: Meat makes you sick

The ecological vegetarian

The person who is intelligent or does not want to leave a poisoned, desolate world to his children cannot tolerate the exploitation of natural resources that results from factory farming. The person who thinks ecologically and sensibly will not eat meat, for he knows the ecological inter-relationships. Consequentially, he will become a vegetarian.

See ecological interrelationships of factory farming

The spiritual vegetarian

The spiritual vegetarian recognizes and acknowledges the all-ruling Spirit in all Being, in all areas of his life, including his diet. He lets himself be guided by the inner power, God, thus gaining the strength to do good. The spiritual vegetarian is a person who does not focus on his body, but above all, on his cosmic soul. He is not a vegetarian solely for the benefit of his body, but out of love for God and everything that is divine. He first pays attention to the well-being of his soul and all of nature, and then to the well-being of his body. He will first learn the laws of God and also put them into practice in his life to the extent that he is able to comprehend them and to live according to them. A proper diet will be the result.

Changing one’s diet

People do not become vegetarians by changing their principles of life from one day to the next, but as they actualize the laws of God, they also shape their lives in a positive way, step by step. With this change in one’s way of living toward the positive, the person’s diet also changes.

For the spiritual vegetarian, the change over to a vegetarian diet is a conscious and gradual process that does not have any accompanying side-effects or after-effects such as can appear when the diet is changed forcibly or following rigid rules.

His diet is more and more oriented toward the fruits of trees and bushes, which give him their fruits year after year.

Conclusion

As long as the thoughts, feelings and inclinations of people, including vegetarians, are and remain focused on life on Earth, the world will not change much.

Man should find his way to the deeper roots of life, to the spirit-power, to the life that is and lasts eternally. God, the power, wants to permeate all of mankind. The products of nature are also gifts of God, and should be managed economically. This also holds true for vegetarians.

Kamis, 27 Januari 2011

THINK MORE, TALK MORE, DO MORE (A personal article to save our fabulous gift, the earth)



‘Be the Change that You Want to See in this World.’ (Gandhi)
Talk less-do more. This proverb will not work if we have a great commitment in saving our earth.
 THINK what we have to do to this earth, in this iron era of the environment. You can explore yourself to find what is really needed by this earth urgently. It is important to discover something and some think that is really useful for the betterment of our environment. Like what some people have already invented, they make an innovation to help this earth still alive. Even it is just a simple one. For instance, a group of people dedicate their self in collecting some trashes to be recycled. They make stuffs from it. Please explore your creativity. Each people own it. Do not be shy to expose yourself, as far as it is for the positive thing that we can do for our greatest home, the earth.
 TALKING everything which is related to the earth saving is better than talking about somebody’s mistakes or their lacking and gossiping badly. To persuade people to do right things for this earth will give a good impact to person that heard about it. Use the social networking to share the good thinks. People who read it will be alerted.
 DO you think that you have already given a right thing to this earth? If it is YES, please continue your big mission. Everything that you do, do more and more. Grow the plant, be vegetarian, keep the air and water clean, keep your environment clear and healthy, clean up your living society, grab the trashes that you see, and put it into the basket, bike to work or any places, save your electricity, all those things will do really help this earth become healthy. TAKE ACTION.
YES WE CAN, do it NOW, do not wait until tomorrow, because this earth is getting old. It has helped us much, abundance gifts from its sources, and it is our turn to help it!!
+striratna+